<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penyakit Archives ~ Dunia Unggas</title>
	<atom:link href="https://duniaunggas.com/tag/penyakit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://duniaunggas.com/tag/penyakit/</link>
	<description>Website Yang membahas segala informasi Unggas</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Aug 2025 10:32:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.1</generator>

<image>
	<url>https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/voiceaa_logo-1-65x63.png</url>
	<title>penyakit Archives ~ Dunia Unggas</title>
	<link>https://duniaunggas.com/tag/penyakit/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Program Kesehatan Ayam Kampung</title>
		<link>https://duniaunggas.com/2023/06/29/program-kesehatan-ayam-kampung/</link>
					<comments>https://duniaunggas.com/2023/06/29/program-kesehatan-ayam-kampung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jun 2023 09:41:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[ayamgrower]]></category>
		<category><![CDATA[ayamlayer]]></category>
		<category><![CDATA[ayamstarter]]></category>
		<category><![CDATA[breeding]]></category>
		<category><![CDATA[herbal]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatanayam]]></category>
		<category><![CDATA[penyakitunggas]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinayam]]></category>
		<category><![CDATA[grower]]></category>
		<category><![CDATA[layer]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[starter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.duniaunggas.com/?p=1171</guid>

					<description><![CDATA[<p>duniaunggas.com &#8211; Program kesehatan ayam yang kita pelihara haruslah tetap dijaga. Berdasarkan fakta lapangan dalam peternakan ayam kampung saat ini jenis penyakit juga berkembang serta berevolusi. Evolusi yang dimaksud disini adalah virus atau bakteri telah menciptakan kekebalan terhadap antibiotik dan obat obatan yang biasa kita gunakan. Oleh karena itu perlunya kita mencatat program kesehatan pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2023/06/29/program-kesehatan-ayam-kampung/">Program Kesehatan Ayam Kampung</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>duniaunggas.com</strong> &#8211; Program kesehatan ayam yang kita pelihara haruslah tetap dijaga. Berdasarkan fakta lapangan dalam peternakan ayam kampung saat ini jenis penyakit juga berkembang serta berevolusi. Evolusi yang dimaksud disini adalah virus atau bakteri telah menciptakan kekebalan terhadap antibiotik dan obat obatan yang biasa kita gunakan. Oleh karena itu perlunya kita mencatat program kesehatan pada ayam. Mencatat setiap kejadian yang menyerang peternakan yang kita pelihara. Mulai dari serangan ringan hingga serangan berat. Pencatatan jenis obat yang kita pakai. Sehingga kedepannya dapat diganti dengan mudah oleh jenis yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama. Tujuannya adalah menghindari resistensi dan residu pada jenis dan golongan obat tertentu. Pemeliharaan ayam kampung baik sebagai pedaging ataupun sebagai petelur memiliki umur pemeliharaan yang relatif lama. Bila dibadingkan dengan pemeliharaan ayam broiler.</p>
<p>Ayam broiler hanya berumur 1 hingga 2,5 bulan saja. Sementara ayam kampung pedaging untuk mencapai bobot 1 kg membutuhkan waktu 2,5 hingga 4 bulan. Ayam kampung yang menjadi petelur memiliki umur yang yang sangat lama. Dimana pemeliharaanya sampai 2 tahun yang kemudian diafkir dan dijadikan sebagai pedaging.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-1180 size-full" src="http://www.duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/program-ayam-1-e1530270711592.png" alt="" width="1521" height="2145" srcset="https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/program-ayam-1-e1530270711592.png 1521w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/program-ayam-1-e1530270711592-213x300.png 213w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/program-ayam-1-e1530270711592-768x1083.png 768w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/program-ayam-1-e1530270711592-726x1024.png 726w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/program-ayam-1-e1530270711592-810x1142.png 810w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/program-ayam-1-e1530270711592-1140x1608.png 1140w" sizes="(max-width: 1521px) 100vw, 1521px" /></p>
<h4>Program Kesehatan Ayam Masa Starter (1-5 minggu)</h4>
<p>Pada masa pemeliharaan tahap ini yang perlu kita perhatikan adalah mencegah munculnya penyakit <em><strong>gumboro. </strong></em> Pencegahan penyakit gumboro ini cukup melakukan Vaksinasi gumboro pada umur 5 hari pertama. Usahakan vaksin dalam keadaan dingin sampai pemberian selesai. Vaksinasi gumboro ini dapat dilakukan sekaligus dengan vaksinasi ND. Setelah Vaksinasi gumboro pada umur 5 hari, ayam sudah mampu menunjukkan perlindungi terhadap Gumboro. <a href="http://www.duniaunggas.com/2018/05/30/cara-membuat-jamu-unggas-ayam-dan-puyuh/">Jamu Unggas, Cara Membuat Dan Bahannya</a></p>
<p>Pemberian vaksin ini cukup dengan cara tetes mata atau dengan air minum. Berikan vitamin anti sters<a href="http://www.duniaunggas.com/2018/05/14/jamu-herbal-untuk-unggas-puyuh-dan-ayam/"> 2 hari sebelum dan sesudah vaksinasi dilakukan. </a></p>
<h4>Program Kesehatan Ayam Masa Grower (6-12 minggu)</h4>
<div id="attachment_1175" style="width: 730px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1175" class="wp-image-1175 size-full" src="http://www.duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_20180629_1615071.jpg" alt="program kesehatan pada ayam" width="720" height="1032" /><p id="caption-attachment-1175" class="wp-caption-text">Tabel 2</p></div>
<p>Pada masa ini kekebalan ayam sudah mulai menurun oleh karena itu perlu dilakukan vaksinasi ulang.  Vaksin yang diberikan yaitu Vaksin ND IB atau vaksin AI. Atau dapat memberikan kedua jenis vaksin ini. Kegunaan pemberian vaksin ini untuk menimbulkan kekebalan terhadap serangan virus AI dan ND (tetelo). Cara pemakaian dan dosis biasanya selalu ada pada kemasan. Biasanya untuk vaksin AI pemberiannya melalui injeksi. Cara penggunaan dan dosisnya adalah <em>sebelum dipakai kocok terlebih dahulu botol vaksin sampai homogen. Suntik vaksin dibawah kulit pada pangkal leher atau dalam urat daging dada ayam  dengan menggunakan alat suntik yang steril.</em></p>
<ul>
<li>Dosis : Ayam umur 4 &#8211; 7 hari                   0,2 ml</li>
<li>            Ayam umur diatas 21 hari            0,5 ml</li>
</ul>
<h4>Program Kesehatan Ayam Masa Layer ( 18 minggu lebih)</h4>
<div id="attachment_1176" style="width: 726px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1176" class="wp-image-1176 size-full" src="http://www.duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_20180629_1614501.jpg" alt="program kesehatan pada ayam" width="716" height="1054" /><p id="caption-attachment-1176" class="wp-caption-text">Tabel 3</p></div>
<p>Pemelihraan pada masa ini hendaknya selalu dipantau. Seperti pada manusia, hewan yang dalam hal ini ayam kampung yang dipelihara secara intensif memerlukan vaksinasi. Vaksinasi lebih dimaksudkan untuk menciptakan kekebalan buatan pada ayam kampung (buras) terhadap penyakit-penyakit ganas yang biasa menyerang ternak ayam. Vaksinasi menjadi sangat penting sebagai antisipasi atau pecegahan terhadap investasi kita dalam berternak ayam.</p>
<h4><strong>Pengobatan Sanitasi Dan Biosecurity </strong></h4>
<p>Pendapat atau pemikiran orang awam bahwa ayam kampung tahan terhadap penyakit tidaklah seutuhnya benar. Namun ayam kampung lebih tahan terhadap penyakit, jika dibandingkan dengan ayam ras (negri). Walaupun begitu, ayam kampung (buras) bukanlah kebal terhadap penyakit. Sehingga tindakan pencegahan terhadap penyakit tetap mutlak dilakukan seperti vaksinasi. Tetapi bila penyakit atau ayam telah menjadi sakit karena segala alasan maka berikutnya adalah mengetahui jenis penyakit dan penyebabnya disamping tentunya cara pengobatannya selagi masih ada waktu. Cara pengontrolan terhadap penyebaran penyakit adalah dengan menjaga sanitasi kandang dan sistem operasional di peternakan. Sanitasi bukan dan tidak terbatas hanya dalam satu perlakuan (misal: kebersihan pakan dan kandang-kandang) tetapi haruslah berhubungan dengan Bio Security atau pengamanan terhadap organisme hidup yang dalam hal ini adalah jenis Virus, Protozoa, Bakteri dan jamur.</p>
<p>Note : Seluruh medical yang dicantumkan adalah produk dari medion, dikarekan barang tersebut sangat mudah didapatkan dipasaran toko obat dan peraltan hewan, semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2023/06/29/program-kesehatan-ayam-kampung/">Program Kesehatan Ayam Kampung</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://duniaunggas.com/2023/06/29/program-kesehatan-ayam-kampung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyakit Snot Pada Ayam Kampung</title>
		<link>https://duniaunggas.com/2023/06/27/penyakit-snot-pada-ayam-kampung/</link>
					<comments>https://duniaunggas.com/2023/06/27/penyakit-snot-pada-ayam-kampung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jun 2023 07:59:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[ayamlayer]]></category>
		<category><![CDATA[ayamstarter]]></category>
		<category><![CDATA[breeding]]></category>
		<category><![CDATA[herbal]]></category>
		<category><![CDATA[kunyit]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatanayam]]></category>
		<category><![CDATA[penyakitunggas]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinayam]]></category>
		<category><![CDATA[grower]]></category>
		<category><![CDATA[jamu]]></category>
		<category><![CDATA[layer]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[starter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.duniaunggas.com/?p=1166</guid>

					<description><![CDATA[<p>duniaunggas.com  — Penyakit snot pada ayam kampung sering sekali hinggap pada peternakan kita. Penyakit ini sulit sekali dibasmi dari kandang dan selalu muncul setiap periode pemeliharaan. Walaupun demikian penyakit ini tidaklah menjadi momok yang menakutkan apabila ditangani dengan cepat dan tepat.  Ada penyakit yang levelnya ringan yang tidak menimbulkan kematian namun ada pula yang mematikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2023/06/27/penyakit-snot-pada-ayam-kampung/">Penyakit Snot Pada Ayam Kampung</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>duniaunggas.com </strong> — Penyakit snot pada ayam kampung sering sekali hinggap pada peternakan kita. Penyakit ini sulit sekali dibasmi dari kandang dan selalu muncul setiap periode pemeliharaan. Walaupun demikian penyakit ini tidaklah menjadi momok yang menakutkan apabila ditangani dengan cepat dan tepat.  Ada penyakit yang levelnya ringan yang tidak menimbulkan kematian namun ada pula yang mematikan yaitu seperti Flu Burung. Penyakit ringan apapun penyakit pada ayam, jika tidak ditangani dengan baik , dan tidak didukung oleh manajemen pemeliharaan yang baik akan memicu penyakit lain dan bisa menyebabkan kematian. Karena itu pemahaman dasar mengenai penyakit ayam dan manajemen pemeliharaan ayam yang baik, sangat diperlukan untuk kesehatan ayam. Untuk menjaga kesehatan berikan selalu <a href="http://www.duniaunggas.com/2018/05/14/jamu-herbal-untuk-unggas-puyuh-dan-ayam/">Jamu Herbal Untuk Unggas (Puyuh Dan Ayam)</a></p>
<p>Dua Jenis Penyakit Snot Pada Ayam Kampung yang sering menyerang yaitu <strong>SNOT</strong> dan <strong>CRD</strong> :</p>
<h3>1. Penyakit Snot Pada Ayam</h3>
<p>Snot atau coryza adalah penyakit pada ayam yang sering terjadi ,penyakit ini disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum. Snot dapat menyerang ayam dalam semua umur namun lebih mudah menyerang anak ayam. Penyakit snot pada ayam biasanya muncul pada saat perubahan musim dan banyak ditemukan di daerah tropis. Kematian ayam yang disebabkan oleh penyakit snot mencapai 30%. Penularan penyakit Snot atau coryza dapat melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit juga dapat melalui udara, debu, pakan, air minum, petugas kandang dan peralatan yang digunakan.</p>
<h4>Gejala Penyakit Snot Pada Ayam</h4>
<ul>
<li> Ayam yang terserang menunjukkan gejala pengeluaran cairan air dari mata,</li>
<li> Ayam terlihat mengantuk dengan sayapnya turun ( lunglai)</li>
<li> Keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan bau</li>
<li> Pembengkakan didaerah sinus infra orbital ( bengkak pada vial)</li>
<li> Terdapat kerak pada hidung</li>
<li> Nafsu makan menurun</li>
<li> Ayam mengorok dan sulit bernapas</li>
<li> Pertumbuhan menjadi lambat</li>
<li>Tidak terdapat keseragaman bobot</li>
</ul>
<h4>Mencegah Penyakit Snot Pada Ayam</h4>
<p>Pada dasarnya penyakit Snot bisa dicegah dengan kebersihan kandang yang baik. Mengendalikan penyakit snot lebih baik dengan melakukan pencegahan. lakukan buka tutup tirai atau tenda kandang. Tujuannya adalah agar sirkulasi udara dalam kandang tetap terjaga dan amoniak dalam kandang dapat diminimalisir. Kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya gejala dan penyakit ini. Selain itu penting dilakukan vaksinasi Coryza untuk mencegah penyakit snot pada ayam.</p>
<div id="attachment_1167" style="width: 270px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1167" class="size-full wp-image-1167" src="http://www.duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/ayam-ngorok.jpg" alt="Penyakit Snot Pada Ayam " width="260" height="194" /><p id="caption-attachment-1167" class="wp-caption-text">Mata bengkak pada ayam snot dan corysa</p></div>
<h4>Mengobati Penyakit Snot Pada Ayam</h4>
<p>Jika ayam sudah terkana penyakit snot, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengisolasi ayam yang terkena penyakit tersebut. Selanjutnya obati dengan berbagai macam obat snot yang banyak tersedia di toko penjualan obat obatan ayam. Pengobatan dengan Sulfathiazole cukup efektif mengatasi Coryza. Apabila tidak ditemukan jenis obat ini bisa digunakan sulfamethazine, sulfamerazine atau erythromycin. Atau bahan herbal <a href="http://www.duniaunggas.com/2018/05/30/cara-membuat-jamu-unggas-ayam-dan-puyuh/">Jamu Unggas, Cara Membuat Dan Bahannya</a></p>
<h3>2. Penyakit CRD ( Chronic Respiratory Disease)</h3>
<p><em>Penyakit CRD</em> atau banyak dikenal dengan <em>penyakit ngorok</em> banyak dijumpai menyerang unggas termasuk ayam. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum dan Mycoplasma synoviae. Penyakit snot pada ayam atau ngorok atau CRD ini merupakan suatu penyakit yang menyerang saluran pernafasan dimana sifatnya kronis. Disebut kronis karena penyakit ini berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu lama (menahun) dan susah dibasmi dari kandang. Penyebab utamanya adalah keracunan Mycoplasma galisepticum, salah satu gejala khas CRD adalah ayam tersebut ngorok, sehingga peternak menyebutnya penyakit ngorok. Penyakit CRD yang diikuti oleh infeksi penyakit lainnya, terutama sering diikuti oleh bakteri Escherichia coli. CRD kompleks termasuk ke dalam 10 besar penyakit yang sering menyerang ayam pedaging maupun petelur. Akibat serangan penyakit ini tidak tercapai bobot badan yang seragam dan konsumsi pakan menurun.</p>
<h3>Gejala Ayam Terserang Penyakit CRD</h3>
<ul>
<li> Penyakit CRD lebih banyak  menyerang pada anak ayam.</li>
<li> Ayam menunjukkan Batuk, bersin, gangguan napas, keluar suara saat bernapas( Ngorok)</li>
<li>Sinusitis pada sinus infraorbitalis ( Bengkak pada muka).</li>
<li>Jika disertai infeksi M. synoviae ayam menunjukkan gejala pincang, bengkak sendi dan tendo hingga mengalami kelumpuhan</li>
</ul>
<h3>Mencegah Penyakit CRD Pada Ayam</h3>
<p>Faktor pendukung penularan penyakit ini adalah karena suhu lingkungan sekitar kandang yangb terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Oleh karena itu Sirkulasi udara dalam kandang perlu tetap dijaga. Pembersihan kotoran selalu dilakukan dengan periode tertentu. Tujuan pengambilan kotoran adalah untuk menekan tingginya amoniak dalam kandang yang dapat menyebabkan penyakit snot pada ayam. Jika kandang pembesaran menggunakan lantai sekam atau litter lakukan penambahan sekam apabila sudah basah. Bila perlu lakukan penggantian sekam pada alas kandang. Gunakan seka kasar pada alas lantai kandang.</p>
<h4>Mengobati Penyakit CRD Pada Ayam</h4>
<p>Jika ayam yang kita pelihara sudah terserang penyakit CRD, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Menekan kadar amonia dan debu yang ada di dalam  kandang, dengan melakukan perbaikan pada kondisi kandang ( atap bocor dll)</li>
<li>Mengurangi kepadatan kandang ( kapasitas untuk 1 meter sama dengan 10 ekor atau maksimal 12.5 kg permeter)</li>
<li>Perhatikan kondisi litter, segera lapisi dengan yang baru bila lembab atau ganti dengan yang baru bila basah</li>
<li>Ventilasi kandang yang baik untuk ketersedian oksigen yang diperlukan ayam</li>
<li>Usahakan pemeliharaan ayam dilakukan secara all-in all-out ( sekali masuk sekali keluar)</li>
<li>Bila pemeliharaan dengan berbagai umur, lakukan penyekatan pada setiap umur yang berbeda</li>
<li>Gunakan secara cermat obat yang akan digunakan, sesuai dengan obat dan penyakit yang akan diobati</li>
<li>Lakukan rotasi pemakaian obat atau antibiotik setiap 3 kali pemakaian, hal ini bertujuan untuk menhindari resistensi bakteri terhadap jenis ontibiotik yang kita gunakan</li>
<li>Pisahkan ayam yang sudah terindikasi panyakit snot atau CRD</li>
</ol>
<p>Penyakit snot pada ayam sebenarnya tidaklah susah untuk diobati dengan menggunakan antibiotik.Mycoplasma tidak memiliki dinding sel, oleh karenanya jenis antibiotik yang dipilih haruslah yang mempunyai cara kerja menghancurkan inti sel, membran sel dan menghambat pembentukan senyawa penting di dalam sel, seperti asam folat dan protein. Oleh karena itu gunakanlah jenis antibiotik yang berspektrum luas. Sedangkan E. coli merupakan bakteri Gram (-) yang dapat dibasmi dengan memakai hampir semua golongan antibiotik kecuali golongan makrolida. Oleh karena itu, dalam membasmi komplikasi kedua penyakit tersebut, yaitu CRD dan colibacillosis diperlukan antibiotik yang efektif untuk keduanya. Selain itu, karena lokasi serangan CRD kompleks terjadi secara sistemik (seluruh tubuh) dan lokal (saluran pencernaan) maka obat yang dipilih sebaiknya yang bisa bekerja secara sistemik maupun lokal.  Semoga bermanfaat</p>
<p>Sumber <strong>duniaunggas.com </strong>kandang mitra dan berbagai sumber</p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2023/06/27/penyakit-snot-pada-ayam-kampung/">Penyakit Snot Pada Ayam Kampung</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://duniaunggas.com/2023/06/27/penyakit-snot-pada-ayam-kampung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyakit Ayam Yang Sering Terjadi</title>
		<link>https://duniaunggas.com/2023/05/30/jenis-penyakit-ayam-2/</link>
					<comments>https://duniaunggas.com/2023/05/30/jenis-penyakit-ayam-2/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 May 2023 04:07:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[ayamgrower]]></category>
		<category><![CDATA[ayamlayer]]></category>
		<category><![CDATA[ayamstarter]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatanayam]]></category>
		<category><![CDATA[penyakitunggas]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinayam]]></category>
		<category><![CDATA[herbal]]></category>
		<category><![CDATA[layer]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.duniaunggas.com/?p=750</guid>

					<description><![CDATA[<p>duniaunggas.com –   Penyakit ayam yang sering menyerang  pada Unggas dan Cara Pencegahannya. Hama &#38; Penyakit Ternak – Hewan peliharaan jenis unggas adalah ternak yang paling banyak dibudidayakan masyarakat, dan unggas yang paling populer adalah ayam, itik, angsa, dan  burung puyuh.  Unggas merupakan hewan ternak yang banyak diambil manfaatnya oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Unggas dibudidayakan oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2023/05/30/jenis-penyakit-ayam-2/">Penyakit Ayam Yang Sering Terjadi</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<header class="entry-header">
<p class="entry-title"><strong>duniaunggas.com</strong> –   Penyakit ayam yang sering menyerang  pada Unggas dan Cara Pencegahannya. Hama &amp; Penyakit Ternak – Hewan peliharaan jenis unggas adalah ternak yang paling banyak dibudidayakan masyarakat, dan unggas yang paling populer adalah ayam, itik, angsa, dan  burung puyuh.  Unggas merupakan hewan ternak yang banyak diambil manfaatnya oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Unggas dibudidayakan oleh hampir setiap rumah tangga, terutama masyarakat yang bermukim di pedesaan. Oleh karena itu populasi ternak unggas paling banyak jika dibandingkan dengan ternak lainnya. Seiring dengan semakin bertambahnya populasi unggas, maka penyakit ayam yang menyertainya juga semakin banyak dan kompleks.</p>
<p class="entry-title">Penyakit-penyakit ayam baik penyakit ringan maupun penyakit berat yang bisa menular kepada manusia merupakan kendala terberat dalam usaha budidaya ternak unggas. Serangan penyakit pada ternak unggas merupakan penyebab utama gagalnya suatu usaha budidaya. Selain penyakit-penyakit menular yang mematikan, penyakit-penyakit yang tidak mematikan pun perlu mendapatkan perhatian, mengingat penyakit-penyakit tersebut juga menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Pengamanan terhadap penyakit harus mendapatkan prioritas dan perhatian khusus, dimana pengendalian tersebut terdiri dari usaha pencegahan, pengobatan dan pembasmian.</p>
<div id="attachment_763" style="width: 310px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-763" class="size-medium wp-image-763" src="http://www.duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180530_1101221-300x208.jpg" alt="Ayam Sehat Dengan Deteksi Gejala Penyakit Diawal" width="300" height="208" srcset="https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180530_1101221-300x208.jpg 300w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180530_1101221-145x100.jpg 145w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180530_1101221.jpg 720w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-763" class="wp-caption-text">Ayam Sehat</p></div>
<h4><strong>Jenis Penyakit yang Sering Pada Ayam Antara lain :</strong></h4>
</header>
<div class="entry-content">
<p>Ada banyak sekali jenis-jenis penyakit yang sering ditemukan pada ternak ayam kampung atau joper. Penyakit pada ayam disebabkan oleh beberapa jenis mikroorganisme, seperti virus, bakteri, jamur dan parasit. Gejala dan akibat yang ditimbulkan oleh serangan mikroorganisme tersebut berbeda-beda, baik penyakit ringan, penyakit menular maupun penyakit yang mematikan. Beberapa penyakit menular yang telah ditemukan pada unggas adalah Newcastle Disease (Tetelo), Flu Burung, Marek, Gumboro, Pox, Infectious Coryza (Snot), Pullorum, Colibacillosis, Cholera unggas, Anthrax, Aspergillosis, Candidiosis, Coccidiosis, Histomoniasis, Cryptosporidiosis, Trichomoniasis, infestasi ektoparasit dan cacing. Berdasarkan penyebabnya, penyakit pada unggas dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu sebagai berikut ; Baca juga <a href="http://www.duniaunggas.com/2018/05/14/manfaat-daun-kelor-untuk-unggas-puyuh-dan-ayam/">Manfaat Daun Kelor Untuk Unggas ( Puyuh dan Ayam )</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>–    Penyakit Viral : adalah penyakit unggas yang disebabkan oleh virus</p>
<p>–    Penyakit Bakteri : adalah penyakit unggas yang disebabkan oleh bakter</p>
<p>–    Penyakit Mikal : adalah penyakit unggas yang disebabkan oleh jamur</p>
<p>–    Penyakit Parasit : adalah penyakit unggas yang disebabkan oleh organisme parasit</p>
<ol>
<li>Beberapa Jenis Penyakit Viral (Virus) pada Unggas, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Pengobatannya</li>
<li>Penyakit Avian Encephalomyelitis (AE)</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penyebab : Penyakit Avian Encephalomyelitis disebabkan oleh virus RNA dari kelompok Picornaviridae. Penyakit AE umumnya menyerang anak anak pada umur 3-5 minggu, sedang pada ayam petelur ( pra layer ) hanya mengakibatkan penurunan produksi telur antara 10-30%, yang mempengaruhi daya tetas telur yang diproduksinya. Bila diingat bahwa Penyakit AE ini ditularkan melalui telur maka “Pembibit” yang paling dirugikan akibat serangan penyakit ini.  Karena dengan jumlah telur fertile yang dimasukkan dalam mesin tetas tidak akan sesuai dengan jumlah bibit yang akan menetas sehingga biaya pembuatan bibit menjadi sangat mahal yang dikarenakan jumlah bibit menetas tidak dapat menutupi kebutuhan produksi. Sehingga untuk menangani kasus ini diperlukan pengobatan yang tepat guna menghindari kerugian yang lebih besar. Pemberian antibiotik dan jamu khusus untuk unggas sangat disarankan dan langkah berikutnya dengan melakukan vaksinasi terhadap ayam yang masih sehat.</p>
<h4>Gejala klinis</h4>
<p>Pada anak ayam umumnya umur 2-4 minggu ditemukan gejala antara lain ayam awalnya tampak sayu, diikuti ataksia karena adanya inkoordinasi dari otot-otot kaki, sehingga ayam dapat jatuh ke samping dengan kedua kaki terjulur ke satu sisi, tremor pada kepala dan leher terutama bila dipacu, keadaan akan berlanjut dengan kelumpuhan dan diakhiri dengan kematian. Pada ayam petelur gejala yang terlihat hanyalah penurunan produksi telur antara 10-30% dan tidak diikuti gejala gangguan syaraf. Pada ayam pembibitan ditemukan adanya daya tetas telur yang menurun dan anak ayam yang ditetaskan akan banyak tertular penyakit AE.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Demikian secara singkat kami jabarkan tentang penyakit yang sering menyerang ayam beserta penanganannya dan juga pengobatannya.</p>
<p>Sumber : duniaunggas.com   dan berbagai sumber</p>
</div>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2023/05/30/jenis-penyakit-ayam-2/">Penyakit Ayam Yang Sering Terjadi</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://duniaunggas.com/2023/05/30/jenis-penyakit-ayam-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jenis Penyakit Ayam, Penyebab Dan Pengobatannya</title>
		<link>https://duniaunggas.com/2023/05/30/jenis-penyakit-ayam/</link>
					<comments>https://duniaunggas.com/2023/05/30/jenis-penyakit-ayam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 May 2023 03:49:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[ayamgrower]]></category>
		<category><![CDATA[ayamlayer]]></category>
		<category><![CDATA[ayamstarter]]></category>
		<category><![CDATA[breeding]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatanayam]]></category>
		<category><![CDATA[penyakitunggas]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinayam]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.duniaunggas.com/?p=752</guid>

					<description><![CDATA[<p>duniaunggas.com – Jenis Jenis penyakit ayam kampung dan joper Dan Cara Pengobatannya. Pada artikel ini kita akan membahas bagaimana cara mengobati dan juga bagaimana pencegahan jenis penyakit ayam kampung yang mudah bagi pemula. Kali ini kita akan membahas jenis jenis penyakit ayam yang sering menyerang ternak. Karena dalam usaha apapun tak terlepas dari kendala dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2023/05/30/jenis-penyakit-ayam/">Jenis Penyakit Ayam, Penyebab Dan Pengobatannya</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>duniaunggas.com</strong> – Jenis Jenis penyakit ayam kampung dan joper Dan Cara Pengobatannya. Pada artikel ini kita akan membahas bagaimana cara mengobati dan juga bagaimana pencegahan jenis penyakit ayam kampung yang mudah bagi pemula. Kali ini kita akan membahas jenis jenis penyakit ayam yang sering menyerang ternak. Karena dalam usaha apapun tak terlepas dari kendala dan halang rintang. Diantaranya adalah serangan penyakit oleh baketri dan juga virus. Dengan mengetahui jenis penyakit yang sering menyerang ternak ayam maka kita dapat dengan mudah untuk mencegah dan mengatasinya.</p>
<div id="attachment_758" style="width: 310px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-758" class="size-medium wp-image-758" src="http://www.duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180530_1045281-300x300.jpg" alt="Pemeliharaan Yang Baik Ayam Sehat" width="300" height="300" srcset="https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180530_1045281-300x300.jpg 300w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180530_1045281-150x150.jpg 150w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180530_1045281-65x65.jpg 65w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180530_1045281.jpg 717w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-758" class="wp-caption-text">Ayam Kampung Sehat</p></div>
<p><strong>1.Tatelo (ND / New Casstle Diseae)</strong></p>
<p>Gejala ayam terserang penyakit tatelo adalah ayam susah bernafas, batuk-batuk , bersin, ayam mengeluarkan bunyi seperti ngorok, lesu, mata ngantuk, kadang berdarah, tinja encer berwarna kehijauan, dan ciri yang mudah di ketahui dari gejala ini adalah kepala memutar – mutar tak menetu dan lumpuh.</p>
<p>Pengendaliannya adalah dengan memisahkan ayam yang sehat dan yang sakit. Untuk ayam yang Nampak sehat segera berikan vaksin ND LA SOTA, untuk ayam yang mati segera dikubur jauh dari areak kandang dan atau dibakar guna menghindari penyebaran yang lebih luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2.Berak Kapur/Putih (Pullorum)</strong></p>
<p>Penyakit Berak Kapur / Putih (Pullorum) disebabkan oleh kuman Salmonella Pullorum dan merupakan penyakit yang menular.</p>
<p>Gejala adalah kotoran ayam berwarna putih dan encer, nafsu makan berkurang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap menggantung.</p>
<p>Cara pengendalian sama seperti pengendalian penyakit totelo, kebersihan harus dijaga, buang dan kubur ayam yang terserang penyakit jauh dari kandang, pisahkan ayam yang sehat dan ayam yang sakit dan hindari tamu yang masuk ke kandang. Pengobatan dapat memberikan obat ( teraphy,trimezyn s, neo meditril dll, dapat diperoleh di Poultry shop langganan anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3.Berak Berdarah (Coccidiosis)</strong></p>
<p>Gejalanya adalah tinja berdarah dan mencret ( warna tinja seperti warna coklat muda)nafsu makan berkurang, bulu kusam, dan menggigil kedinginan yang walaupun pada saat siang panas matahari.</p>
<p>Cara pengendaliannya dengan menjaga kebersihan kandang. Jika sudah terserang berikan Tetra Chlorine, Noxal, atau trisula zuco tablet yang di larutkan ke air minum. Atau dapat juga memberikan COXY yang dicampur dalam minuman</p>
<p><strong>4.Cacar Unggas (Fowl Pox)</strong></p>
<p>Penyakit ini disebabkan oleh Poxvirus yang menyerang bangsa unggas semua umur dan semua jenis ayam.</p>
<p>Gejalanya adalah timbul kopeng-kopeng pada bagian yang tidak berbulu, seperti kaki, mulut dan farnik yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah.</p>
<p>Cara pengendalian adalah dengan pemberian vaksin dipteria dan memisakan ayam yang terinfeksi.</p>
<p><strong>5.Quail Bronchitis</strong></p>
<p>Penyebabnya utamanya adalah Virus Quail Bronchitis. Penyakit ini bersifat sangat menular.</p>
<p>Gejala ayam terserang penyakit ini seperti, ayam terlihat lesu, bulu nampak kusam, tubuh gemetar, batuk dan bersin, mata dan hidung kadang mengeluarkan lendir, dan kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.</p>
<p>Cara pengendaliannya dengan pemberian pakan yang bergizi serta sanitasi yang baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>6.Aspergillosis</h4>
<p>Penyakit Aspergillosis disebabkan oleh Cendawan Aspergillus fumigatus.</p>
<p>Gejala serangannya adalah ayam mengalami gangguan pernafasan, pada mata terbentuk lapisan menyerupai keju, mengantuk dan nafsu makan berkurang.</p>
<p>Pengendaliannya dengan melakukan perbaikan sanitasi dan lingkungan sekitarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>7.Cacingan</strong></p>
<p>Penyebab utamanya adalah cacing akibat sanitasi yang buruk.</p>
<p>Gejalanya seperti puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.</p>
<p>Cara pengendalian dengan melakukan pembersihan kandang yang baik serta pemberian pakan yang baik.</p>
<p><strong>8.Snot / Coryza</strong></p>
<p>Penyakit Snot/Coryza merupakan jenis penyakit yang mudah sekali menular dan sangat sulit untuk diobati apabila sudah menyerang ayam. Penyakit ini menyerang mata, apabila ayam terserang penyakit ini matanya akan merah, membengkak dan berlendir. Baca juga<a href="http://www.duniaunggas.com/2018/05/14/jamu-untuk-unggas/">Jamu Untuk Unggas ( Puyuh Dan Ayam )</a></p>
<p>Untuk mencegahnya penyakit ini peternak dapat memberikan vaksin CDR/CORYZA aktif atau in aktif. Apabila ada ayam yang terserang sebaiknya segera dibuang atau dibakar jauh-jauh dari lokasi peternakan untuk mencegah penularan penyakit. Meskipun sebenarnya ada pengobatannya melalui penyuntikan khusus namun harganya cukup mahal.</p>
<p>Demikian artikel ini dan Jenis Jenis Penyakit Pada ayam Dan Cara Pengobatannya semoga bermanfaat</p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2023/05/30/jenis-penyakit-ayam/">Jenis Penyakit Ayam, Penyebab Dan Pengobatannya</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://duniaunggas.com/2023/05/30/jenis-penyakit-ayam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PENYAKIT BERAK HIJAU PADA AYAM DAN CARA MENGOBATINYA</title>
		<link>https://duniaunggas.com/2022/10/10/penyakit-berak-hijau-pada-ayam-dan-cara-mengobatinya/</link>
					<comments>https://duniaunggas.com/2022/10/10/penyakit-berak-hijau-pada-ayam-dan-cara-mengobatinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 14:42:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[ayamgrower]]></category>
		<category><![CDATA[ayamlayer]]></category>
		<category><![CDATA[ayamstarter]]></category>
		<category><![CDATA[breeding]]></category>
		<category><![CDATA[herbal]]></category>
		<category><![CDATA[mesin tetas]]></category>
		<category><![CDATA[mesintetas]]></category>
		<category><![CDATA[pakan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakitunggas]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinayam]]></category>
		<category><![CDATA[berak]]></category>
		<category><![CDATA[hijau]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.duniaunggas.com/?p=1540</guid>

					<description><![CDATA[<p>duniaunggas.com &#8211; Penyakit berak hijau pada ayam baik ayam aduan, ayam boiler, ayam pedaging, dan ayam petelur dan juga ayam kampung. Penyebab penyakit berak hijau pada ayam di sebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang membahayakan kesehatanayam, antara lain bakteri Pasteurella Multocida dan Salmonella Pullorum Penyebab penyakit berak hijau pada ayam berasal dari warna cairan empedu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2022/10/10/penyakit-berak-hijau-pada-ayam-dan-cara-mengobatinya/">PENYAKIT BERAK HIJAU PADA AYAM DAN CARA MENGOBATINYA</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>duniaunggas.com</strong> &#8211; Penyakit berak hijau pada ayam baik ayam aduan, ayam boiler, ayam pedaging, dan ayam petelur dan juga ayam kampung. Penyebab penyakit berak hijau pada ayam di sebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang membahayakan kesehatanayam, antara lain bakteri <strong><em>Pasteurella Multocida</em></strong> dan <strong><em>Salmonella Pullorum</em></strong></p>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" decoding="async" width="720" height="543" src="http://www.duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180530_1032011.jpg" alt="cara mengobati penyakit berak hijau pada ayam" class="wp-image-756" srcset="https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180530_1032011.jpg 720w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180530_1032011-300x226.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption>Ayam Kampung Dalam satu Koloni</figcaption></figure>



<p>Penyebab penyakit berak hijau pada ayam berasal dari warna cairan empedu ayam. Kejadiannya bisa di sebabkan oleh bermacam macam penyebab antara lain ayam tidak makan, ND, kolera, Al, malaria.</p>



<p>Faktor penyebab penyakit berak hijau pada ayam akan menganggu proses pembentukan cairan empedu maupun proses perubahan cairan empedu saat di usus. Jika di perhatikan lebih dalam lagi masing masing faktor penyebab tersebut akan membuat ayam mengalami berak hijau dengan tekstur yang berbeda.</p>



<p>Penyakit berak hijau ini bisa menyerang ayam di semua umur bahkan telur yang di hasilkan dari ayam induk yang terkena penyakit berak hijau ini telur pun akan terjangkit juga sehingga anakan yang menetas dapat tertular oleh bakteri ini. Penyakit berak hijau menyerang sistem pencernaan dan pernafasan dan penularan penyakit ini bisa terjadi melalui kontak langsung, makanan ataupun tempat makanan, tempat minum dan kandang.</p>



<p>Penyebab penyakit berak hijau pada ayam bisa di sebabkan dari kandang yang lembab yang terjadi pada musim penghujan tiba. Serta peran bakteri juga bisa berkembang pada kondisi makanan ayam yang kurang baik misalnya makanan yang sudah membau ( kadaluarsa atau sudah sudah bau tengik )</p>



<p>Untuk mencegah penyakit berak hijau pada ayam bisa di lakukan dengan pembersihan kandang dari kotoran bertumpuk tanah yang becek.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Penyebab Penyakit Berak Hijau Pada Ayam Aduan :</h3>



<p><strong>1. Non infeksi</strong></p>



<p>Berak hijau akan muncul saat ayam tidak makan. Dan akan muncul lebih dari 13 jam setelah di dalam saluran pencernaan ayam tidak ada makanan. Ayam akan mengalami diare kehijauan dan berlendir. Beberapa kondisi yang dapat di temukan berak hijau ini antara lain saat DOC baru chick in. Saat ayam petelur tidak di berikan makanan secara paksa dengan tujuan peremajaan kembali. Khusus untuk DOC terutama yang belum di beri makanan maka warna kotorannya dari coklat hingga kehijauan di katakan normal. Hal ini karena pencernaan DOC belum berjalan dengan baik begitu pula dengan hewan normal di usus yang belum berkembang dengan baik.</p>



<p>Di tambah lagi ayam yang belum di berikan makanan dari luar sehingga saluran pencernaan ayam menjadi kosong. Apabila hingga beberapa jam setelah di beri makanan feses ayam masih tetap hijau harus di lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Berak hijau non infeksi nafsu makan ayam baik baik saja namun bisa di perlihatkan oleh ayam yang mematuk matuk litter atau benda di sekitarnya untuk mencari makanan.</p>



<p><strong>2. Infeksi</strong></p>



<p>Berak hijau yang di karenakan infeksi selalu di sertai dengan gejala klinis dan perubahan gambaran bedah bangkai. Penurunan nafsu makan karena infeksi bisa menjadi pemicu awal terjadinya berak hijau. Satu hal yang membedakan antara feses hijau karena infeksi dengan non infeksi adalah nafsu makan. Serta bulu dan sayap ayam akan terlihat terkulai kebawah. Kematian pada kasus ini mulai dari 30% hingga 80%.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Gejala Ayam Terkena Penyakit Berak Hijau :</h3>



<p>Gejala yang muncul apabila ayam terkena penyakit berak hijau ayam akan terlihat pucat yang di tandai dengan jengger berwarna gelap atau biru, nafsu makan berkurang, di sekitar pantat ayam berwarna putih dan lengket serta kotoran berwarna hijau. Sayap dan bulu akan terlihat terkulai kebawah. Apabila ayam sudah mengalami tanda tanda seperti itu maka harus segera di lakukan pengobatan namun dalam pengobatan harus pahami terlebih dahulu penyebab penyakit berak hijau pada ayam agar tidak salah dalam pengobatan. Dalam beberapa kasus penyakit juga ditandai dengan berak hijau. Antara lain terserang virus ND dan Flu burung.</p>



<p>Baca juga <a href="http://www.duniaunggas.com/2019/01/02/ayam-kampung-berhenti-bertelur-dan-penanganannya/">http://www.duniaunggas.com/2019/01/02/ayam-kampung-berhenti-bertelur-dan-penanganannya/</a></p>



<h3 class="wp-block-heading">Cara Mengobati Berak Berak Hijau Pada Ayam :</h3>



<ol class="wp-block-list"><li> <em><strong>Pisahkan ayam yang terkena penyakit berak hijau dalam kandang khusus untuk menghindari penularan pada ayam lain yang sehat.</strong></em></li><li><em><strong>Berikan pakan yang mudah di cerna ayam yang tidak mudah busuk, hindari pemberian makanan yang berasal dari voer atau bekatul karena makanan jenis itu mudah busuk dalam tembolok ayam dan akan membuat kondisi ayam semakin memburuk.</strong></em></li><li><em><strong>Ayam yang terkena penyakit berak hijau dapat di suntik dengan menggunakan Medoxy-l sesuai dosisnya dan penyuntikan di ulang dalam selang tiga hari.</strong></em> Atau dapat juga berikan obat berupa serbuk dan dicampur dengan minuman</li></ol>



<p>Cara pengobatan penyakit berak hijau pada ayam merupakan obat yang cukup ampuh untuk menyembuhkan ayam yang terkena penyakit berak hijau. Selain obat suntik seperti diatas juga ada jenis obat antibiotik yang juga biasa digunakan oleh peternak ayam, antara lain <strong><em>coccilin, furozolidon</em></strong>, <strong><em>noxal</em></strong>, <strong><em>ampicol</em></strong> dan juga <em><strong>Koleridin</strong></em><br>Berak hijau sangat berbahaya bagi ayam apalagi pada pergantian musim penghujan dimana ayam akan lebih mudah terserang penyakit seperti ini. Karena itu cegahlah dengan selalu menjaga kebersihan kandang dan menjaga hewan lain masuk dalam kandang.</p>



<p>Baca juga <a href="http://www.duniaunggas.com/2018/07/28/cara-vaksin-ayam-joper-dan-broiler/">http://www.duniaunggas.com/2018/07/28/cara-vaksin-ayam-joper-dan-broiler/</a></p>



<p>Demikian beberapa penyebab dan gejala serta pengobatan penyakit berak hijau pada ayam, dan semoga bermanfaat.</p>



<p>Sumber kandang pribadi serta kandang para sahabat <strong>duniaunggas.com</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2022/10/10/penyakit-berak-hijau-pada-ayam-dan-cara-mengobatinya/">PENYAKIT BERAK HIJAU PADA AYAM DAN CARA MENGOBATINYA</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://duniaunggas.com/2022/10/10/penyakit-berak-hijau-pada-ayam-dan-cara-mengobatinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PUYUH SERING MATI DALAM KANDANG TANPA ADA GEJALA</title>
		<link>https://duniaunggas.com/2022/09/19/puyuh-sering-mati-dalam-kandang-tanpa-ada-gejala/</link>
					<comments>https://duniaunggas.com/2022/09/19/puyuh-sering-mati-dalam-kandang-tanpa-ada-gejala/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2022 14:19:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[herbal]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatanpuyuh]]></category>
		<category><![CDATA[penyakitunggas]]></category>
		<category><![CDATA[puyuh]]></category>
		<category><![CDATA[puyuhgrower]]></category>
		<category><![CDATA[puyuhstarter]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[snot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.duniaunggas.com/?p=1519</guid>

					<description><![CDATA[<p>duniaumggas.com &#8211; Puyuh sering mati dalam kandang tanpa adanya gejala yang tampak. Bahkan kematian ini terjadi setiap harinya, antara 3 sampai dengan 10 ekor setiap harinya. Jika ini berlangsung dengan jangka waktu yang panjang tentunya sangat berpengaruh terhadap jumlah puyuh yang kita pelihara, dan tentunya sudah pasti mengurangi jumlah produksi setiap harinya. Dengan kematian tanpa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2022/09/19/puyuh-sering-mati-dalam-kandang-tanpa-ada-gejala/">PUYUH SERING MATI DALAM KANDANG TANPA ADA GEJALA</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>duniaumggas.com</strong> &#8211; Puyuh sering mati dalam kandang tanpa adanya gejala yang tampak. Bahkan kematian ini terjadi setiap harinya, antara 3 sampai dengan 10 ekor setiap harinya. Jika ini berlangsung dengan jangka waktu yang panjang tentunya sangat berpengaruh terhadap jumlah puyuh yang kita pelihara, dan tentunya sudah pasti mengurangi jumlah produksi setiap harinya.  Dengan kematian tanpa adanya gejala yang tampak tentunya kita sebagai peternak sangat kesulitan dalam hal melakukan pencegahan dan juga pengobatan. </p>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" src="http://www.duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0001-768x1024.jpg" alt="penyakit yang membuat puyuh sering mati" class="wp-image-586" srcset="https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0001-768x1024.jpg 768w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0001-225x300.jpg 225w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0001.jpg 780w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption>Gejala Puyuh Sering Mati</figcaption></figure>



<p>Namun jika kita teliti dan perhatikan puyuh sering mati kemungkinan besar akan ada penyebab yang dapat membantu kita untuk penanganannya. Apakah puyuh tersebut dalam keadaan kurus dan atau gemuk. Namun jika tidak puyuh sering mati demikian dapat kita lakukan pengobatan dan pencegahan sebagai berikut. </p>



<p><strong><em>Namun dalam beberapa kasus diatas, dan sesuai pengalaman dalam peternakan serta mitra kami.Berikut beberapa kasus akan kematian tersebut serta penanganan yang dapat kita lakukan.</em></strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">PUYUH SERING MATI DALAM KANDANG SETIAP HARI</h3>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>KEKURANGAN KALSIUM ( Ca )</strong> &#8211; jika kita cermati dalam kandang puyuh tersebut dan atau kandang lainnya, jika kita melihat puyuh yang sudah lunglai seperti sudah lumpuh. Padahal pada hari hari sebelumnya produksi dalam kandang batre tersebut normal. Namun dalam beberapa hari kedepannya ada puyuh yang mati ( kurus ). Adakalanya puyuh dalam satu kandang tidak semua sama lancar pencernaannya, dalam menghasilkan telur puyuh tersebut menggunakan cadangan KALSIUM ( Ca ) dalam tubuh puyuh ( tulang dan darah ). Sehingga dalam beberapa waktu kedepannya puyuh akan kurus dan tentunya nampak seperti lumpuh. Nah kalau sudah seperti ini tentunya puyuh tersebut tidak mampu lagi berdiri untuk makan, dan secara perlahan puyuh sering mati. Penanganannya tambahkan mineral B 12 ( EKA FARM ) pada pakan puyuh, untuk dosis ikuti saja petunjuk dalam kemasan. Atau dapat juga menggunakan produk dari Medion. <a href="http://www.duniaunggas.com/2019/03/04/jamu-puyuh-petelur-bahan-dan-cara-membuatnya/">http://www.duniaunggas.com/2019/03/04/jamu-puyuh-petelur-bahan-dan-cara-membuatnya/</a></li><li> <strong>DOBOLAN ( PROLABSUS )</strong> &#8211; Dalam hal ini puyuh yang sering mati dalam keadaan gemuk. Dengan ukuran dan bobot badan yang lebih besar dibandingkan dengan puyuh yang lainnya dalam satu kandang koloni.  Untuk menangani kasus seperti ini dapat memberikan rerbusan mengkudu. <a href="http://www.duniaunggas.com/2018/05/07/buah-mengkudu-untuk-puyuh-dan-ayam/">http://www.duniaunggas.com/2018/05/07/buah-mengkudu-untuk-puyuh-dan-ayam/</a> Dengan rebusan buah mengkudu mampu menyeimbangkan lemak panggul dan matang kelamin. Yang mana bertujuan mampu mengatasi <strong>DOBOLAN  ( PROLABSUS )</strong></li><li><strong>GEJALA AWAL SERANGAN PENYAKIT</strong> &#8211; Bisa saja ini  adalah gejala awal akan serangan penyakit terhadap kandang kita. Jika hal ini terjadi kita dapat memberikan berbagai obat obatan dan atau Antibiotik guna mencegah hal hal yang tidak kita inginkan. Tindakan ini merupakan tindakan pencegahan guna serangan penyakit dalam kandang kita.</li></ol>



<p>Pada dasarnya banyak gejala awal yang ditunjukkan puyuh kita terhadap apa yang akan terjadi dalam kandang. Jika hal diatas sudah terjadi ada baiknya kita sesegera mungkin melakukan tindakan pencegahan dan perketat <strong>BIOSECURITY</strong> kandang.  </p>



<p>Demikian beberapa gejala yang sering terjadi pada kandang kita dan beberapa tindakan pencegahan.</p>



<p>Semoga Bermanfaat</p>



<p>Sumber duniaunggas.com dan kandang mitra</p>



<p></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2022/09/19/puyuh-sering-mati-dalam-kandang-tanpa-ada-gejala/">PUYUH SERING MATI DALAM KANDANG TANPA ADA GEJALA</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://duniaunggas.com/2022/09/19/puyuh-sering-mati-dalam-kandang-tanpa-ada-gejala/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Vaksin Ayam Joper dan Broiler</title>
		<link>https://duniaunggas.com/2022/07/28/cara-vaksin-ayam-joper-dan-broiler/</link>
					<comments>https://duniaunggas.com/2022/07/28/cara-vaksin-ayam-joper-dan-broiler/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2022 11:18:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[ayamgrower]]></category>
		<category><![CDATA[ayamlayer]]></category>
		<category><![CDATA[ayamstarter]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatanayam]]></category>
		<category><![CDATA[penyakitunggas]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinayam]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.duniaunggas.com/?p=1279</guid>

					<description><![CDATA[<p>duniaunggas.com &#8211;  Cara vaksin ayam. Dalam beternak ayam tentunya masalah kesehatan adalah menjadi prioritas utama.  banyaknya penyakit pada ayam yang diakibatkan oleh bakteri maupun jamur. Jika penyakit yang diakibatkan bakteri atau jamur tentunya dapat diatasi dengan memberikan antibiotik. Selain penyebab karena bakteri dan jamur ada momok yang sangat menakutkan, yaitu adalah virus. Virus tidak dapat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2022/07/28/cara-vaksin-ayam-joper-dan-broiler/">Cara Vaksin Ayam Joper dan Broiler</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>duniaunggas.com</strong> &#8211;  Cara vaksin ayam. Dalam beternak ayam tentunya masalah kesehatan adalah menjadi prioritas utama.  banyaknya penyakit pada ayam yang diakibatkan oleh bakteri maupun jamur. Jika penyakit yang diakibatkan bakteri atau jamur tentunya dapat diatasi dengan memberikan antibiotik. Selain penyebab karena bakteri dan jamur ada momok yang sangat menakutkan, yaitu adalah virus. Virus tidak dapat ditanggulangi dengan antibiotik. Namun hanya dapat ditangani dengan pemberian vaksin. Tujuan utama memberikan vaksin pada ayam ialah meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuhnya terhadap virus tertentu. Ada dua macam vaksin yang biasa diberikan pada ayam yaitu vaksin aktif  dan vaksin inaktif. Pemberian vaksin aktif dilakukan dengan meneteskan vaksin tersebut pada mata atau hidung ayam atau menuangkannya di air minum. Sedangkan untuk vaksin inaktif diberikan melalui metode injeksi/suntik. Contoh-contoh vaksin yang umum dipakai antara lain vaksin AI, ND, IB, mareks, cacar, gumboro, coryza, dan kolera. <a href="http://www.duniaunggas.com/2018/06/27/penyakit-snot-pada-ayam-kampung/">Penyakit Snot Pada Ayam Kampung</a></p>
<p>Vaksin ayam bisa Anda beli di toko peternakan langganan terdekat anda. Pada saat membeli, Anda wajib membawa termos es atau kotak gabus yang berisi es batu sebagai tempat penyimpanan vaksin tersebut agar suhunya tetap terjaga dengan baik. Vaksin tidak boleh terkena sinar matahari langsung maupun tercampur bahan kimia. Setelah sampai di rumah, disarankan untuk menyimpannya di kulkas terlebih dahulu supaya suhunya tetap stabil di kisaran 2-5 derajat celsius. Jangan pernah menempatkan vaksin tersebut di freezer. Sebelum melakukan vaksinasi, berikan perlakuan pada ayam dengan memberi vitamin anti stres 2 hari sebelum dan 2 hari setelah vaksinasi. Hal ini bertujuan agar tubuh ayam tetap merasa nyaman pada saat perlakuan vaksinasi. Sehingga vaksin dapat bekerja semaksimal mungkin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam. <a href="http://www.duniaunggas.com/2018/05/30/jenis-penyakit-ayam/">Jenis Penyakit Ayam, Penyebab Dan Pengobatannya</a></p>
<h4>3 Cara Memberi Vaksin Ayam</h4>
<h4><strong>1. Cara Memeberi Vaksin Ayam Melalui Air Minum</strong></h4>
<p>Cara vaksin ayam yang diberikan melalui air minum hendaknya memperhatikan kebersihan airnya. Air bebas dari karat dan desinfektan. Untuk sterilisasi air dapat menambahkan susu skim bubuk yang dapat diperoleh dari tempat pembelian vaksin.  Sebelum melakukan vaksinasi, hendaknya ayam dipuasakan terlebih dahulu. Sebagai <strong>contoh</strong> : Jika ayam yang akan divaksin pada pukul 12.00 siang, maka setelah memberikan makan pada pagi hari maka minuman ayam dikosongkan saja. Tujuannya agar ayam merasa haus dan akan minum yang banyak begitu air yang mengandung vaksin diberikan.  Pemeberian vaksin hanya selama 2 jam saja. Apabila ada sisa air vaksin maka harus dibuang. Vaksin Aktif hanya akan bertahan diluar induk dengan suhu ruangan selama 2 jam saja. Oleh karena itu untuk mengurangi sisa vaksin perlu dilakukan puasa sebelum vaksinasi. Biasanya hal ini dilakukan pada ayam yang sudah berusia remaja atau dewasa.</p>
<h5><strong>2. Vaksinasi Melalui Tetes Mata, Hidung, dan Mulut</strong></h5>
<p><div id="attachment_1160" style="width: 304px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1160" class="size-full wp-image-1160" src="http://www.duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_20180627_1115351.jpg" alt="cara memberi vaksin pada ayam" width="294" height="162" /><p id="caption-attachment-1160" class="wp-caption-text">Contoh vaksinasi pada ayam</p></div></p>
<p>Cara memberi vaksin pada ayam melalui tetes mata, hidung atau mulut biasanya dilakukan pada ayam yang masih kecil. Pada umumnya dilakukan pada ayam yang berusia 3 hingga 5 hari.  Perlakuan vaksinasi pada tahap ini masih hampir sama persis dengan yang diatas. Yaitu dengan memberikan vitamin anti stres pada anak ayam 2 hari sebelum dan 2 hari sesudah vaksiansi dilakukan. Larutkan vaksin pada larutan dapar yang yang telah disediakan ( vaksi dosis 1000 dicampur dengan larutan dapar 1000 dosis). Vaksinasi dengan tetes mata, hidung atau mulut sangat efektif dikarenakan dosis sudah tepat. Namun membutuhkan waktu yang relatif lama dikarekan dilakukan pada ayam satu persatu. Lakukan vaksinasi tidak lebih dari 2 jam. Jika melebihi batas waktu tersebut sisa vaksin dapat dibuang. Jika masih ada ayam yang akan divaksin maka larutkan vaksin dengan vaksin baru beserta larutannya. Hindari pemberian vaksin terkena sinar matahari secara langsung.</p>
<h4><strong>3. Vaksinasi Melalui Suntik</strong></h4>
<p>Metode lain yang disukai oleh peternak untuk memberikan vaksin kepada ayam yang dipeliharanya adalah injeksi. Metode injeksi ini dikerjakan dengan memasukkan cairan vaksin menggunakan alat suntik ke tubuh ayam. Lokasi yang disuntik bisa di sekitar lapisan bawah kulit (subcutan) leher bagian belakang sebelah bawah. Posisi lainnya yaitu lapisan otot (intramuscular) di bagian dada atau paha. Mengingat tingkat kesulitannya yang tinggi dan risikonya sangat besar, vaksinasi melalui suntik harus dilakukan tenaga terlatih dan secara hati-hati. Kesalahan dalam penyuntikan bisa mengakibatkan ayam mengalami bengkak, leher terpuntir, infeksi, stres, hingga kematian.  Jika pemeliharaan secara banyak maka suntik yang digunakan bukanlah seperti suntik biasa. Melainkan dengan suntik yang sudah lebih bagus.</p>
<p><div id="attachment_1163" style="width: 310px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1163" class="wp-image-1163 size-medium" src="http://www.duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/scorex-300x300.jpg" alt="cara memberi vaksin pada ayam" width="300" height="300" srcset="https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/scorex-300x300.jpg 300w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/scorex-150x150.jpg 150w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/scorex-768x768.jpg 768w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/scorex-65x65.jpg 65w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/06/scorex.jpg 800w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-1163" class="wp-caption-text">jenis suntik khusus atau scorex</p></div></p>
<h4>Catatan Cara Vaksin Ayam Dan Perlakuan Sebelum Dan Sesudah :</h4>
<ul>
<li>Untuk melakukan vaksinasi pada ayam berikan selalu vitamin anti stres 2 hari sebelum dan 2 hari setelah vaksinasi</li>
<li>Jika melakukan vaksinasi dengan metode tetes dan atau minum, buanglah sisa vaksin setelah pemberian lebih dari 2 jam</li>
<li>Lakukanlah vaksinasi pada ayam yang sehat</li>
<li>Jangan melakukan vaksinasi pada ayam yang sakit</li>
<li>Jika ayam ada gelaja sakit, terlebih dahulu ayam disehatkan ( pemberian obat atau jamu ) <a href="http://www.duniaunggas.com/2018/05/30/cara-membuat-jamu-unggas-ayam-dan-puyuh/"><span style="line-height: 1.5;">Jamu Unggas, Cara Membuat Dan Bahannya</span></a></li>
<li>Setelah ayam sudah benar benar sehat, barulah vaksinasi dapat dilakukan</li>
</ul>
<p>Demikianlah metode dan tips cara vaksin ayam, semoga bermanfaat</p>
<p>Sumber duniaunggas.com</p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2022/07/28/cara-vaksin-ayam-joper-dan-broiler/">Cara Vaksin Ayam Joper dan Broiler</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://duniaunggas.com/2022/07/28/cara-vaksin-ayam-joper-dan-broiler/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyakit Pada Puyuh Petelur Yang Sering Menyerang</title>
		<link>https://duniaunggas.com/2018/05/15/penyakit-pada-puyuh-petelur/</link>
					<comments>https://duniaunggas.com/2018/05/15/penyakit-pada-puyuh-petelur/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 May 2018 03:22:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[pengobatanpuyuh]]></category>
		<category><![CDATA[penyakitunggas]]></category>
		<category><![CDATA[puyuh]]></category>
		<category><![CDATA[puyuhgrower]]></category>
		<category><![CDATA[puyuhlayer]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinayam]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinpuyuh]]></category>
		<category><![CDATA[grower]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[petelur]]></category>
		<category><![CDATA[syarter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.duniaunggas.com/?p=584</guid>

					<description><![CDATA[<p>duniaunggas.com &#8211; Penyakit pada puyuh petelur, dan cara pengobatannya. Pada artikel ini kita akan membahas bagaimana cara mengobati dan juga bagaimana pencegahan penyakit untuk beternak puyuh yang mudah bagi pemula. Bahasan kita kali ini adalah membahas jenis jenis penyakit yang sering menyerang puyuh petelur. Karena dalam usaha apapun tak terlepas dari kendala dan halang rintang. Diantaranya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2018/05/15/penyakit-pada-puyuh-petelur/">Penyakit Pada Puyuh Petelur Yang Sering Menyerang</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>duniaunggas.com </strong>&#8211; Penyakit pada puyuh petelur, dan cara pengobatannya. Pada artikel ini kita akan membahas bagaimana cara mengobati dan juga bagaimana pencegahan penyakit untuk beternak puyuh yang mudah bagi pemula. Bahasan kita kali ini adalah membahas jenis jenis penyakit yang sering menyerang puyuh petelur. Karena dalam usaha apapun tak terlepas dari kendala dan halang rintang. Diantaranya adalah serangan penyakit oleh baketri dan juga virus. Dengan mengetahui jenis penyakit yang sering menyerang ternak puyuh petelur maka kita dapat dengan mudah untuk mencegah dan mengatasinya. Inilah penyakit pada puyuh petelur, yang sering hinggap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4 style="text-align: left;"><span style="color: #ff0000;"><strong>1,Tatelo (ND / New Casstle Diseae)</strong></span></h4>
<p>Penyakit pada puyuh petelur. Gejala puyuh terserang penyakit tatelo adalah puyuh susah bernafas, batuk-batuk , bersin, puyuh mengeluarkan bunyi seperti ngorok, lesu, mata ngantuk, kadang berdarah, tinja encer berwarna kehijauan, dan ciri yang mudah di ketahui dari gejala ini adalah kepala memutar – mutar tak menetu dan lumpuh.</p>
<p><div id="attachment_586" style="width: 235px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-586" class="size-medium wp-image-586" src="http://www.duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0001-225x300.jpg" alt="Ciri ciri Puyuh Terserang Penyakit ND Atau Tetelo" width="225" height="300" srcset="https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0001-225x300.jpg 225w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0001-768x1024.jpg 768w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0001.jpg 780w" sizes="auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px" /><p id="caption-attachment-586" class="wp-caption-text">Leher Puyuh Seperti Terplintir</p></div></p>
<p>Pengendaliannya adalah dengan memisahkan puyuh yang sehat dan yang sakit. Untuk puyuh yang Nampak sehat segera berikan vaksin ND LA SOTA, untuk puyuh yang mati segera dikubur jauh dari areak kandang dan atau dibakar guna menghindari penyebaran yang lebih luas.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><strong>2.Berak Kapur/Putih (Pullorum)</strong></span></h4>
<p>Penyakit Berak Kapur / Putih (Pullorum) disebabkan oleh kuman Salmonella Pullorum dan merupakan penyakit yang menular.</p>
<p>Gejala adalah kotoran puyuh berwarna putih dan encer, nafsu makan berkurang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap menggantung.</p>
<p>Cara pengendalian sama seperti pengendalian penyakit totelo, kebersihan harus dijaga, buang dan kubur puyuh yang terserang penyakit jauh dari kandang, pisahkan puyuh yang sehat dan puyuh yang sakit dan hindari tamu yang masuk ke kandang. Pengobatan dapat memberikan obat ( teraphy,trimezyn s, neo meditril dll, dapat diperoleh di Poultry shop langganan anda.</p>
<p><div id="attachment_554" style="width: 310px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-554" class="size-medium wp-image-554" src="http://www.duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/Logopit_15261887697561-2-300x300.png" alt="Penyakit puyuh petelur" width="300" height="300" srcset="https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/Logopit_15261887697561-2-300x300.png 300w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/Logopit_15261887697561-2-150x150.png 150w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/Logopit_15261887697561-2-65x65.png 65w, https://duniaunggas.com/wp-content/uploads/2018/05/Logopit_15261887697561-2.png 720w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-554" class="wp-caption-text">Kotoran Puyuh Berwarna Putih</p></div></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><strong>3.Berak Berdarah (Coccidiosis)</strong></span></h4>
<p>Gejalanya adalah tinja berdarah dan mencret ( warna tinja seperti warna coklat muda)nafsu makan berkurang, bulu kusam, dan menggigil kedinginan yang walaupun pada saat siang panas matahari.</p>
<p>Cara pengendaliannya dengan menjaga kebersihan kandang. Jika sudah terserang berikan Tetra Chlorine, Noxal, atau trisula zuco tablet yang di larutkan ke air minum. Atau dapat juga memberikan COXY yang dicampur dalam minuman.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><strong>4.Cacar Unggas (Fowl Pox)</strong></span></h4>
<p>Penyakit ini disebabkan oleh Poxvirus yang menyerang bangsa unggas semua umur dan semua jenis puyuh.</p>
<p>Gejalanya adalah timbul kopeng-kopeng pada bagian yang tidak berbulu, seperti kaki, mulut dan farnik yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah.</p>
<p>Cara pengendalian adalah dengan pemberian vaksin dipteria dan memisakan puyuh yang terinfeksi.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><strong>5.Quail Bronchitis</strong></span></h4>
<p>Penyebabnya utamanya adalah Virus Quail Bronchitis. Penyakit ini bersifat sangat menular.</p>
<p>Gejala puyuh terserang penyakit ini seperti, puyuh terlihat lesu, bulu nampak kusam, tubuh gemetar, batuk dan bersin, mata dan hidung kadang mengeluarkan lendir, dan kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.</p>
<p>Cara pengendaliannya dengan pemberian pakan yang bergizi serta sanitasi yang baik.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><strong>6.Aspergillosis</strong></span></h4>
<p>Penyakit Aspergillosis disebabkan oleh Cendawan Aspergillus fumigatus.</p>
<p>Gejala serangannya adalah puyuh mengalami gangguan pernafasan, pada mata terbentuk lapisan menyerupai keju, mengantuk dan nafsu makan berkurang.</p>
<p>Pengendaliannya dengan melakukan perbaikan sanitasi dan lingkungan sekitarnya.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><strong>7.Cacingan</strong></span></h4>
<p>Penyebab utamanya adalah cacing akibat sanitasi yang buruk.</p>
<p>Gejalanya seperti puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.</p>
<p>Cara pengendalian dengan melakukan pembersihan kandang yang baik serta pemberian pakan yang baik.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><strong>8.Snot / Coryza</strong></span></h4>
<p>Penyakit pada puyuh petelur yang sering mampir adalah salah satunya Penyakit Snot/Coryza merupakan jenis penyakit yang mudah sekali menular dan sangat sulit untuk diobati apabila sudah menyerang puyuh. Penyakit ini menyerang mata, apabila puyuh terserang penyakit ini matanya akan merah, membengkak dan berlendir. <a href="http://www.duniaunggas.com/2018/05/10/maanfaat-daun-sirih-untuk-unggas-puyuh-dan-ayam/">Maanfaat Daun Sirih Untuk Unggas ( Puyuh Dan Ayam )</a></p>
<p>Untuk mencegahnya penyakit ini peternak dapat memberikan vaksin CDR/CORYZA aktif atau in aktif. Apabila ada puyuh yang terserang sebaiknya segera dibuang atau dibakar jauh-jauh dari lokasi peternakan untuk mencegah penularan penyakit. Meskipun sebenarnya ada pengobatannya melalui penyuntikan khusus namun harganya cukup mahal.</p>
<p>Demikian artikel  ini dan Jenis Jenis Penyakit Pada Burung Puyuh Dan Cara Pengobatannya semoga bermanfaat</p>
<p>The post <a href="https://duniaunggas.com/2018/05/15/penyakit-pada-puyuh-petelur/">Penyakit Pada Puyuh Petelur Yang Sering Menyerang</a> appeared first on <a href="https://duniaunggas.com">Dunia Unggas</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://duniaunggas.com/2018/05/15/penyakit-pada-puyuh-petelur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/273 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Memcached

Served from: duniaunggas.com @ 2025-09-08 04:13:28 by W3 Total Cache
-->