Ciri Ciri Puyuh Terserang Penyakit E Coli

duniaunggas.com  –  Ciri ciri puyuh terserang penyakit E Coli. Dalam peternakan puyuh petelur sering sekali terjadi kasus terjadinya penyakit. Dan tentunya pada setiap kasus penyakit yang dampaknya adalah menurunnya produksi telur harian yang akan kita panen.  Dengan menurunnya produksi harian sudah tentu membuat para peternak akan mengalami kerugian. Yang diakibatkan tidak sesuainya antara pengeluaran untuk pembelian pakan dibanding dengan penjualan telur.  Salah satu serangan penyakit yang sering menyerang kandang puyuh petelur adalah Penyakit yang disebabkan oleh bakteri E Coli.

Bakteri E Coli  adalah merupakan bakteri yang biasanya ditemukan pada air minum puyuh.  E Coli merupakan singkatan dari  Escherichia coli. Kebanyakan dari bakteri ini tidak berbahaya, tetapi beberapa jenis dapat menyebabkan penyakit. Penyakit akibat bakteri  E. coli timbul saat bakteri ini melepaskan racun yang dinamakan Shiga sehingga membuat  puyuh kita sakit. Ciri ciri puyuh terserang penyakit E Coli. Racun bakteri E. coli paling sering menyebabkan masalah perut dan usus, seperti diare dan perut kembung bahkan bengkak. Sebagian kecil kasus infeksi bisa menyebabkan kematian pada puyuh, sementara penderita yang lain akan sembuh setelah sekitar satu minggu kemudian.

Bakteri E Coli ini dapat menyebar pada puyuh yang lainnya melalui air minum. Dimana dalam satu kandang puyuh mempunyai  satu tempat minum. Seperti galon air minum, atau pipa/ paralon yang dibelah dua dan diposisikan dibagian belakang kandang battrei.

Ciri Ciri Puyuh Terserang Penyakit E Coli

Gambar : Puyuh Terkena E Coli

Pencegahan ciri ciri puyuh terserang penyakit E Coli

Pencegahan E Coli pada ciri ciri puyuh terserang penyakit E Coli. Pencegahan pada puyuh adalah perhatikan selalu kebersihan air minum puyuh, lakukan pembersihan pipa nipple dan tandon tempat air. Dengan menambahkan kaporit tablet bulat untuk setiap satu drum air selama 2 jam mampu membasmi lumut pada sisi penampung air puyuh dan juga membasmi lumut serta lendir pada pipa serta selang nipple. Atau dapat juga menambahkan desinfektan pada campuran air minum puyuh. Pemberian air minum campur desinfektan dilakukan pada malam hari. Pemberian dilakukan selama 2 atau 3 hari berturut turut. dan dapat diulang setiap 2 minggu sekali atau dapat dilakukan kembali setiap ada gejala.

Apabila peternakan kita menggunakan air sumur bor maka bakteri tanah dan bakteri E Coli sangat sering kita temui dimana air sumur bor belum mengalami pemurnian dari dari bakteri serta belum dilakukannya pembasmian bakteri pada sumber air minum yang kita gunakan, maka penembahan kaporit kapsul bulat sangat disarankan untuk dilakukan mengingat ada momok bakteri E Coli yang sewaktu waktu dapat menyerang kandangb kita. Jika kita menggunakan air untuk puyuh yang berasal dari PDAM kemungkinan air tersebut tercemar bakteri E Colin sudah sangat tipis. Mengingat Sebelum air PDAM didistribusikan pada setiap rumah pengguna, air tersebur sudah terlebih dahulu distrerilkan dengan menggunakan kaporit khusus yang di gunakan perusahaan air minum dan kandungan kaporitnya masih dalam standart wajar berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Baca juga : Penyakit Puyuh, Penyebab, dan Pengobatannya

Pengobatan ciri ciri puyuh terserang penyakit E Coli

Pengobatanpada puyuh yang sudah terserang bakteri E Coli dapat memberikan antibiotik yang menandung Colibacilus dan atau gunakan antibiotik spektrum luas. Tujuannya adalah untuk membasmi bakteri E Coli yang ada dalam tubuh puyuh agar tidak menyebabkan kerugian yang semakin membesar yang disebabkan oleh bakteri E Coli.  Atau dapat menggunakan jamu yang khusus diformulasi buat unggas ( puyuh dan Ayam ) klik Jamu Untuk Unggas ( Puyuh Dan Ayam )

Penggunaan jamu untuk puyuh juga tidak kalah penting dalam budidaya puyuh petelur. Dimana penggunaan jamu sudah sangat lama kita kenal serta khasiat yang tidak kalah dengan obat atau antibiotik kimia.  Bila lahan peternakan kita masih memiliki lahan yang tidak terpakai maka kita dapat menanam berbagai tanaman yang berfungsi sebagai bahan dasar untuk pembuatan jamu untuk puyuh. Selain memberi manfaat sebagai bahan jamu dapat juga berfungsi sebagai penyejuk di areal kandang dan mampu menghasilkan Oksigen yang baik untuk puyuh.

Demikianlah beberapa langkah dan  penanganan untuk puyuh yang terserang Bakteri E Coli

Semoga bermanfaat

Sumber : duniaunggas.com dan berbagai sumber

 

About the author

admin

Add Comment

  • […] Proses pembentukan antibodi atau sistem kekebalan dimulai dari masa awal brooding atau sekitar umur 7 – 10 hari. Dan itu seiring bersamaan dengan pembentukan dan penyempurnaan sistem pencernaan unggas. Jadi masa brooding atau masa pembesaran tidak boleh main main, oleh karena itu maksimalkan masa pembesaran minimal dalam dua minggu pertama. Setelah melewati masa brooding 2 minggu pertama hendaknya pada minggu ketiga kita sudah dapat memulai vaksin pertama pada puyuh yang kita pelihara. Gunakan Vaksin ND Hitcer B1 melalui tetes mata atau hidung atau dapat juga menggunakan Vaksin ND LA SOTA yang diberikan via air minum. Untuk dosis penggunaan dapat menggunakan setengah dari dosis untuk ayam. Untuk perlakuan vaksinasi ini perlakukan dengan baik. Berikan multivitamin pada puyuh 2 hari sebelum dan sesudah vaksinasi. Hal ini untuk meminimalisir tingkat stres pada puyuh. Baca juga Ciri Ciri Puyuh Terserang Penyakit E Coli […]

Leave a Comment